Hamapengorok daunsebenarnya jenis lalat trmsuk dlm ordo dipetra,famili agromyzidae,spesies liriomzya chinensis yg menyerang tanaman bawang.Bagi petani bawang merah di BREBES JATENG ,liriomyza chinensis termasuk hama yg paling ditakuti karena intensitas kerusakan yg ditimbulkan sngat tnggi bahkan bisa mencapai 100% atau gagal panen.
Gejala serangan; awal serangan terlihat pd tanaman saat berumur masih muda antara 2-3 mnggu setelah tanaman(mst).Perkembangan populasi l.chinensis sngat cpt shngga kerusakan yg dtimbulkan terlihat hanya dlm wktu 3 hr saja .Mula-mula imago menusukan ovipositornya pd daun bawang ,gjala sperti terlihat ada totol-totol putih kecil.Kemudian larva yg sudah menetes langsung mengorok bagian jaringan mesofil daun.Arah korokan biasanya dr atas daun sampai umbi bawang .Kerusakan yang terlihat pd bawang menyebabkan umbi membusuk dan daun menjadi layu kering berwarna putih kecoklatan seperti terbakar.Pada serangan yg berat seluruh areal pertanamanbawang akan busuk kering dan bawang merah gagal panen (puso).Larva dr hama ini tidak hanya merusak dauntetapi bsa merusak umbi bawang merah.Populasi yg tinggi menyebabakan daun menjadi kering dan umbi bawang merah busuk.Akibat kerusakan yg tinggi sekali ,petani brebs menyebutnya hama "grandong' ,anak mak lamoir yg paling jahat .Pengendalian yg hanya mengandalkan pestisida sintetik telah menyebabkan hama grandong menjadi resisten/kebal.BIOLOGI HAMA........Telur putih bening berukuran 0,28 mm x 0,15 mm,dan stadium telur 2-4 hr .Jumlah telur berkisar 50-300 butir ,dg rata2 160 butir.Telur di letakan dlm jaringan daun melalui ovipositor.Larva yg keluar,berwarna putih susu atau putih kekuningan ,segera mengorok jaringan mesofil daun dan tinggal dlm liang korokan selama hidupnya.Stadium larva 6-12 hr ,dan larva yg sudah berusia lnjut (instar3)berukuran 3,5mm .Larvainstar 3 dpt mengorok jaringan 600x lipat dr larva instar 1 ,dan larva ini kemudian keluar dr liang korokan untuk berkepompong .Pupa lalat pengorok daun ini umumnya ditemukan di tanah ,tetapi pd tanaman bawang merah sering ditemukan menempel pd permukaan bagian dalam dr rongga daun bawang .Stadium pupa antara 11-12 hr.Imago betina mampu hidup selama 6-14 hr dan imago jantan antara 3-9 hr .Lalat l.chinensis pd bagian punggungnya berwarna hitam,sedangkan pd l.sativa di bagian ujung punggungya terdapt warna kuning.CARA PENGENDALIAN (1) EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK BERIMBANG (MAKRO MIKRO),dg pengurangan pupuk n dimusim hujan&perbanyak pupuk organik (2)PENGGUNAAN PERANGKAP KUNING pd saat umur 3 minggu setelah tanam dg pengolesan NATURAL METILAT LEM . (3) PENYAPUAN dg menggunakan kain transparan yg dilumuri larutan kanji ditambah NATURAL METILAT LEM. (4) penyemprotan MUSUH ALAMI dg nematoda patogen serangga (NPS) .(5)penyemprotan PESTONA DAN PENTANA tiap minggu sekali secara selang seling.
Laman
▼
Jumat, 19 November 2010
Rabu, 27 Oktober 2010
KESAKSIAN PETANI
Jenis padi yang saya tanam IR- 64, dengan luas lahan 2000 m2. Umur padi ketika saya panen 90 hari. Produk pertanian NASA yang saya gunakan adalah POC NASA dan Hormonik. Cara penggunaan produk itu yakni dengan disemprotkan merata pada umun 15 hari, 25 hari dan 35 hari. Pada umur 15 hari dan 25 hari saya hanya menggunakan POC NASA dengan takaran 40 cc/tangki 10 liter air. Kemudian pada umur 35 hari saya menggunakan POC NASA dan Hormonik dengan dosis 40cc dan 30cc dicampurkan dalam 10 liter air.
Sampai panen produk NASA yang saya gunakan hanya 1 botol POC NASA dan 1 botol Hormonik. Seperti biasa selain menggunakan produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kandang sebanyak 1 ton (10 kwintal), hijauan daun dan urea sebanyak 15 kg.
Setelah saya menggunakan pupuk produk NASA, anakan padi semakin bertambah banyak. Jika dulu sekitar 15 anakan kini bisa menjadi 22 anakan. Pertumbuhan tanaman- lebih serempak. Bulir padi per malai yang menggunakan produk NASA mencapai 156 bulir, sedangkan yang tidak menggunakan produk NASA hanya 96 bulir.
Perhitungan kenaikan hasil panen bisa dilihat untuk 5 m2, dimana yang menggunakan produk pertanian NASA mendapatkan 6,3 kg, sedangkan yang tidak menggunakan produk pertanian NASA tiap 5 m2-nya hanya mendapatkan 4 kg, jadi ada selisih tambahan 2,3 kg
Hanya dengan menambah 1 botol POC NASA dan 1 Botol Hormonik senilai Rp. 55.000 untuk luasan 2000 m2 ada tambahan 4,6 kwintal. Sungguh hasil yang luar biasa. Dengan harga per kg Rp. 2000,- maka saya mendapatkan tambahan hasil Rp. 920.000,-. Mari kita gunakan pupuk produk NASA untuk meningkatkan hasil panen yang lebih melimpah. Terima Kasih NASA
SukmonoDesa Sumbergiri Kec. Ponjong
Kab. Gunung Kidul - DIY
Bawang Merah yang saya tanam ada 2 jenis yakni jenis Lokal dan Philipine dengab luas lahan 190 are atau 1,9 Ha. Umur tanaman bawang bervariasi, yakni ada yang berumur 55 hari (di lahan seluas 80 are) dan 30 hari 35 hari (pada lahan seluas 110 are). Untuk produk NASA yang telah saya gunakan adalah pupuk seperti Super NASA, POC NASA dan Hormonik, serta Pengendali hama organik seperti PESTONA dan Virexi. Saya sudah menggunakan produk-produk NASA ini 2 kali dalam 1 tahun (2 musim tanam bawang). Dan dengan luas lahan 1,9 Ha ini saya sudah menghabiskan produk pupuknya yakni Super NASA 1 botol, Hormonik 10 botol, POC NASA 10 botol, PESTONA 10 botol dan Virexi 1 box.
Super NASA digunakan sebelum bibit ditanam. Super NASA disiramkan ke bedengan secara merata. POC NASA dan Hormonik (dosis sesuai label) disemprotkan saat tanaman mulai berumur 30 hari diulangi tiap 5 hari sekali dicampur pengendali hama alami NASA. Selain produk dari NASA lahan ini juga menggunakan pupuk makro (NPK) sebanyak 7 Kwintal. Tanaman bawang ini saya tanam pada musim kemarau, luas 80 are yang kurang air sedangkan luas 110 are agak terjamin aimya. Namun itu tidak masalah karena ternyata pertumbuhan tanaman bagus dan sehat.
Manfaat yang saya rasakan setelah saya menggunakan produk NASA diantaranya
- Panen agak lebih cepat, sebelum menggunakan produk NASA panen biasanya umur 75 - 80 hari, tetapi setelah menggunakan produk NASA panen diperpendek menjadi 65 hari.
- Kualitas daun lebih bagus dan kuat,
- Umbi makin merah mengkilap, jumlah umbi rata-rata 10 - 15 umbi, padahal dulu sebelum gunakan produk NASA rata-rata hanya 5 -6 umbi saja.
Perkiraan panen hampir dipastikan akan mencapai 20 ton, sebelum menggunakan produk NASA paling banyak 15 ton. Jadi dari gambaran tersebut diatas, maka dapat saya simpulkan keuntungan setelah menggunakan produk NASA jika harga 1 Kg bawang merah = Rp. 6000:
| Panen menggunakan NASA | 20 ton | Rp. 120.000.000 |
| Panen tanpa gunakan NASA | 15 ton | Rp. 90.000.000 |
| Keuntungan hasil | 5ton | R p. 30.000.000 |
Sektor pertanian pada saat sekarang menupakan saiah satu sector andalan NIB, maka dengan adanya produk NASA saya pribadi sangat berterima kasih sekali karena dapat membantu peningkatan produksi di sektor pertanian. Terima Kasih NASA
Mahdi (Petani Bawang Merah)
Ds. Jembatan Kembar, Kec. Lembar,
Kab. Lombok Barat NTB
Ds. Jembatan Kembar, Kec. Lembar,
Kab. Lombok Barat NTB
Saya menggunakan pupuk organik produk NASA pada tanaman terong berjumlah 200 batang pohon. Produk yang saya gunakan Super NASA, POC NASA, Hormonik dan AERO 810.
Perlakuan yang saya lakukan dengan pengocoran bawah menggunakan Super NASA 1 botol dicampur 100 liter air, kemudian larutan diambil 250 cc dicampur dengan 10 liter air lalu diambil 250 cc lagi disiramkan pada tiap pohon. Untuk penyemprotan saya lakukan menggunakan POC NASA 30cc + Hormonik 10cc + AERO 5cc. Saya semprot 2 minggu sekali setelah tanam. Untuk pengocoran dengan Super NASA saya lakukan 3 minggu sekali.
Sampai sekarang tanaman sudah umur 60 hari, saat panen/petik perdana umur 45 hari. Sekarang sudah petik 5 kali. Hasil petik/panen mengalami peningkatan drastis dari panen-panen sebelum menggunakan pupuk organik produk NASA.
Setiap petik dari 200 pohon mendapatkan 50 kg, sedangkan lahan tetangga dengan tanaman yang sama berjumlah 800 pohon hanya mendapatkan 50 kg tiap petiknya. ni sangat luar biasa, apalagi buah terong milik saya 3 kali lebih besar dari yang biasa.
Saya hanya menghabiskan 1 botol SPR, 2 botol POC NASA, 1 botol Hormonik dan 0,5 botol AERO 810. Dengan menggunakan pupuk organik produk NASA jelas lebih menguntungkan hasilnya. Terima Kasih NASA
I WayanSuwarta
Desa Batu Aji Kec. Kramidan,
Kab. Tabanan - Bali
Desa Batu Aji Kec. Kramidan,
Kab. Tabanan - Bali
Betapa beberapa bulan terakhir ini, hati Pak Susanto bagai mendapat duiran runtuh melihat hasil panen kelapa sawitnya meningkat hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Panen kali ini mencapai 7,8 ton, untuk 544 tanaman pada umur 6-8 tahun di lahan seluas 4 hektar. Biasanya, Pak Susanto harus pasrah dengen hanya memanen maksimal 4 ton. 3,8 ton lebih banyak dari biasanya! .
.Saya sudah coba pakai dengan bermacam-macam pupuk,tapi hasilnya tetap tidak berubah.Setelah saya pakai Produk dari NASA ternyata hasilnya sangat memuaskan.Tidak ada yang sebagus produk NASA.”Demikian Pak Susanto membeberkan rahasianya.
Pak Susanto menggunakan produk NASA untuk tanaman kelapa sawitnya. Produk yang dipakai adalah POWER NUTRITION, POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK. Per 1 hektar lahan, Pak Susanto menghabiskan 10 POWER NUTRITION, 5 POP SUPERNASA,10 POC NASA dan 10 HORMONIK diberikan 3 -4 bulan sekali.Produk NASA ditabur dan disiramkan ( jika ketersediaan air mencukupi ).
Secara ekonomis,penambahan keuntungan Pak Susanto sebesar 45,6 Ton X Rp 1.150 ( harga kelapa sawit saat itu –red- /pengepul ) = Rp 52.440.000.Sementara untuk Produk NASA hanya menghabiskan biaya Rp 8.780.000.Total tambahan keuntungan Pak Susanto adalah Rp 52.440.000 – Rp 8.780.000 = Rp 43.660.000.
Data di lapangan pak Susanto melihat ,ada beberapa perubahan drastis setelah menggunakan Produk NASA, peningkatan bera per janjang, biasanya 20-23 kg menjadi 31-34 kg, Kualitas dagiung buah lebih tebal, buah madu tidak pernah berhenti dan muncul terus menerus, lebih mengkilat, rendemen meningkat,bahkan di musim track pun, Pak Susanto tetap dapat panen lumayan. Biasanya hanya 12 -14 kuintal per 4 hektar, ternyata setelah pakai Produk NASA masih bisa panen 2,4 – 2,8 ton. Luar Biasa
Secara ekonomis,penambahan keuntungan Pak Susanto sebesar 45,6 Ton X Rp 1.150 ( harga kelapa sawit saat itu –red- /pengepul ) = Rp 52.440.000.Sementara untuk Produk NASA hanya menghabiskan biaya Rp 8.780.000.Total tambahan keuntungan Pak Susanto adalah Rp 52.440.000 – Rp 8.780.000 = Rp 43.660.000.
Data di lapangan pak Susanto melihat ,ada beberapa perubahan drastis setelah menggunakan Produk NASA, peningkatan bera per janjang, biasanya 20-23 kg menjadi 31-34 kg, Kualitas dagiung buah lebih tebal, buah madu tidak pernah berhenti dan muncul terus menerus, lebih mengkilat, rendemen meningkat,bahkan di musim track pun, Pak Susanto tetap dapat panen lumayan. Biasanya hanya 12 -14 kuintal per 4 hektar, ternyata setelah pakai Produk NASA masih bisa panen 2,4 – 2,8 ton. Luar Biasa
Selain itu,daun jauh lebih hijau dan segar,pelepah lebih lunak,sehingga pekerjaan memanen jadi lebih cepat,dan yang membuat kagum adalah tanah berangsur-angsur menjadi lebih gembur dan banyak cacing tanahnya,satu hal yang jarang ditemui di kebun kelapa sawit. NASA memang Oke!
Susanto
pekebun kelapa sawit di Parenggean, Kab Kotawaringin Timur,
Sampit, Kalteng
pekebun kelapa sawit di Parenggean, Kab Kotawaringin Timur,
Sampit, Kalteng
Yang mengenalkan kali pertama produk pertanian NASA kepada saya adalah Bpk. Ujang (distributor NASA asal Bandung). Produk-produk NASA tersebut saya gunakan untuk budidaya tanaman seledri steak. Jenis tanaman seledri yang saya tanam adalah varietas PS. Luas lahan yang saya tanami 1000 m2 dengan umur tanaman sampai hari ini 80 hari. Produk NASA yang saya gunakan di antaranya : POC NASA, Hormonik, Super NASA, Pentana dan PESTONA.
Cara penggunaan produk:
- 1 sdm Super NASAdilarutkan 20 liter air + 1/2cangkir NPK kemudian dikocorkan 1/2 angkir dari larutan ke tiap tanaman seledri pada umur 14 dan 28 hari setelah tanam.
- 4 tutup POC NASA + 1 tutup Honmonik (1 tangki) disemprotkan tiap 8 hari. Penggunaan produk NASA hingga umur80 hari sudah dilakukan 6 kali penyempnotan.
- Untuk penyemprotan hama dan penyakit digunakan PESTONA dan Pentana yaitu PESTONA 4 tutup + Pentana 1 tutup (dalam 1 tangki). Berkaitan dengan penggunaan pestisida kimia, setelah menggunakan produk NASA lebih irit dan menghemat.
Sebelum menggunakan produk NASA penyemprotan pestisida kimia hanus rutin 3 hari sekali, tetapi setelah menggunakan pnoduk NASA menjadi 8 hari sekali, tergantung tingkat serangan hama penyakit. Dulu sebelum menggunakan produk NASA, tanaman yang terganggu hama penyakit dan dikatakan hampir mati bisa mencapal 3/4 bagian, tetapi setelah menggunakan produk NASA hama penyakit yang mengganggu atau yang menyebabkan kematian tanaman hanya 1/4 bagian saja. Meski begitu pestisida kimia masih saya gunakan tetapi hanya diselang seling dengan produk NASA. Jadi pestisida kimia bisa dikurangi.
Setelah menggunakan produk NASA, tanaman seledri tumbuh bagus, pertumbuhan batang besar, dan tunas cepat tumbuh. Selain itu pula tinggi tanaman seledri mencapai 2 kali sebelum tanaman menggunakan produk NASA. Pengukuran tinggi tanaman seledri tinggi rata-rata 50-60cm. NPK juga menjadi irit, sebelum menggunakan produk NASA pemakaian NPK sebanyak 100 Kg, setelah menggunakan produk NASA hanya 50 Kg saja. Maka ada selisih keuntungan, jika per Kg NPK hanganya Rp. 4.000, maka 50Kg x Rp. 4.000 = Rp. 200.000 (ada penghematan Rp. 200.000). Selain itu juga ada penghematan dari penggunaan pestisida kimia sebanyak 2 botol seharga Rp. 210.000, Jadi ada penghematan Rp. 200.000 + Rp. 210.000 = Rp. 410.000.
Sedangkan biaya pembelian Super NASA 2 botol, POC NASA 2 botol dan Hormonik 3 botol sebesar Rp. 250.000, maka ada penghematan Rp. 410.000 Rp. 250.000 = Rp. 160.000, dikurangi dengan biaya pembelian PESTONA 1 botol dan Pentana I botol sebesar Rp. 50.000 maka masih ada penghematan sebesar Rp. 110.000.-
Dengan menggunakan produk-produk NASA tanaman seledri tumbuh dengan baik. Tetapi ketika saat panen tiba, kebetulan harga komoditas seledri ini turun. Namun yang membuat hati saya senang, seledri yang menggunakan produk NASA mampu dijual (sistem tebas/bonongan) Rp. 5.000.000 sedangkan yangn tidak menggunakan produk NASA dengan luas lahan yang sama hanya dihargai Rp. 2.000.000, Kata pembeli adalah karena tanaman yang tidak menggunakan produk NASA daun dan batangnya kecil-kecil (kerdil).
Oleh kanena itu saya menghimbau kepada semua petani seledri dimanapun Anda berada, mari gunakan produk-produk NASA, karena terbukti pertumbuhan tanaman saya semakin bagus hasil pun berlipat.
NASA Memang Oke .. !!
Telah bertahun-tahun Bapak Gunawan melakukan usaha pembibitan tanaman panili, dalam kurun waktu itu pula masih banyak kendala yang ia rasakan, diantaranya adalah akan lambatnya pertumbuhan bibit panili yang seharusnya lebih cepat dirinya tanam di media lahan yang ia siapkan. Namun permasalahan itu akhirnya dapat terpecahkan dengan hadirnya produk pertanian PT. NASA yakni POC NASA dan HORMONIK. Berikut ini adalah penuturan dari Bapak Gunawan beberapa waktu yang lalu ketika ditemui oleh Team NASA. Sudah lama saya melakukan usaha pembibitan tanaman panili, selama itu pula pertumbuhan bibit tanaman belum maksimal atau dengan kata lain saya mengatakan bibit panili tumbuh dengan lambat
Pada akhirnya ada informasi yang masuk dari beberapa teman mengenai produk-produk pertanian dari PT. Natural Nusantara yang katanya amat bagus untuk digunakan pada pembibitan panili. Kemudian saya mencoba menggunakan produk pertanian PT. NASA diantaranya POC NASA dan HORMONIK.
Setelah saya menggunakan POC NASA dan HORMONIK ternyata membawa dampak perubahan pada bibit panili. Hal ini bisa saya buktikan pada saat saya membuat bedengan, dulu yang tidak menggunakan produk pertanian PT. NASA bibit tanaman panili baru mulai tumbuh dalam kurun waktu + 1 bulan, tetapi setelah saya menggunakan produk pertanian PT. NASA dengan merendam bibit (biji) panili pada campuran 30 cc POC NASA dan 10 cc HORMONIK yang dilarutkan kedalam air 14 liter selama 1 hari 1 malam, kemudian saya masukkan ke polybag. Pada hari ke-15, bibit panili sudah tumbuh dengan tinggi mencapai 2 sampai 3 cm.
Yang perlu saya garisbawahi bahwa sebelum saya menggunakan produk pertanian dari PT. NASA ini, biasanya untuk siap tanam bibit ke lahan memerlukan waktu hingga 3 bulan, tetapi setelah saya menggunakan POC NASA dan HORMONIK, hanya membutuhkan waktu 2 bulan saja, itu saja bibit tanaman sudah tinggi. Dengan demikian ada keuntungan selisih waktu 1 bulan. Produk pertanian NASA memang paling OKE ....!!!
Gunawan
Desa Bangunsari, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi
Jawa Timur
Saya menanam padi dengan luas lahan 2 Ha. Jenis padi yang saya tanam varietas IR 64, saat ini umur tanaman mencapai 44 hari. Dalam budidaya padi ini saya menggunakan produk pertanian NASA seperti; POC NASA, Super NASA, PESTONA, Hormonik dan AERO 810. Selain itu saya juga menggunakan pupuk makro (kimia) pada saat pengolahan tanah ; Urea 75 Kg/Ha, SP 36 sebanyak 50 Kg/Ha, KCl sebanyak 75 Kg/Ha, dan Kapur Dolomit sebanyak 250 Kg/Ha. Untuk pemupukan susulan I (umur 20 hari) saya berikan Urea sebanyak 50 Kg/Ha, dan susulan II (umur 35 hari) Urea juga sebanyak 50 Kg/Ha. Penggunaan Super NASA saya sebagai pupuk dasar dengan 5 botol ( 2,5 Kg) /Ha. Caranya adalah Supernasa dicampur Urea, SP 36 dan KCl (dosis seperti diatas) tanpa menggunakan air, lalu ditaburkan pada saat 1 hari sebelum tanam. Selain itu, produk NASA yang lain digunakan dengan cara disemprotkan, dilakukan pada Penyemprotan ke-1 (masa pemeliharaan umur 15 hari setelah tanam) ; 3 tutup POC NASA + 2 tutup PESTONA dalam 1 tangki 15 liter air. Penyemprotan ke-2, pada umur 30 hari setelah tanam dengan 4 tutup POC NASA+ 2 tutup Hormonik + 4 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO 810 dalam tangki air 15 liter. Penyemprotan ke-3, saya lakukan pada umur 45 hari setelah tanam yakni 6 tutup POC NASA + 2 tutup Hormonik, +6 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO dalam tangki 15 liter air.
Setelah menggunakan produk NASA tanaman padi tumbuh lebih bagus. Jumlah anakan semakin banyak, sebelum menggunakan produk NASA anakan padi maksimal jumlahnya 30 anakan, setelah menggunakan produk NASA mencapai 55 - 75 anakan. Sangat LUAR BIASA …….!!!!.
Selain itu pula daun padi lebih hijau, segar dan lebih lebar, berbeda dengan dahulu sebelum menggunakan produk NASA dimana pada saat itu daunnya hijau kekuningan. Tanaman padi yang telah menggunakan produk NASA ini, pertumbuhan lebih cepat, tanah dilahan sawah juga lebih gembur. Sebagai gambaran, bahwa kondisi tanah di kawasan Tenggarong ini memiliki tanah yang ber PH rendah (dibawah 5), ditandai dengan tanah yang berwarna kuning kecoklatan seperti berkarat, jadi kurang subur. Perbandingan tanaman padi dari segi pertumbuhan dengan yang tidak menggunakan produk NASA (seperti lahan sebelah) jauh sekali, dimana lahan sebelah tanaman kurus, banyak malai artinya ada indikasi tanaman stress, tanah tidak subur dan jumlah anakan lebih sedikit (19 - 30 anakan). Dari segi serangan hama penyakit, setelah menggunakan PESTONA, serangan hama sundep dan penyakit tanaman jauh berkurang. Tambahan biaya menggunakan produk NASA untuk luas 1 Ha sebesar Rp. 1.258.000,-
Berkaitan hasil panen, sebelum menggunakan produk NASA produksi rata-rata 5 ton/Ha (anakan 19 - 30). Setelah menggunakan produk NASA, jika rata-rata 60 anakan saja maka produksi diperkirakan mencapai 8-10 tan/Ha. Maka dapat diprediksikan hasil panen minimal 1 Ha ; ada peningkatan hasil minimal 3 ton. Tambahan pendapatan minimal = 3 ton x Rp. 2000 (harga 1 Kg gabah) = Rp. 6.000.000,-. Maka ada tambahan keuntungan minimal = Rp. 6.000.000 Rp. 1.258.000 = Rp. 4.742.000,-. Tambahan keuntungan itu adalah tambahan keuntungan minimal (panen 8 ton), keuntungan masih akan meningkat diprediksikan panen bisa mencapai 10 ton.
Sungguh senang, setelah saya menggunakan produk NASA, karena pertumbuhan tanaman padi menjadi luar biasa bagus, hasilnya pun pasti meningkat berlipat.
Setelah menggunakan produk NASA tanaman padi tumbuh lebih bagus. Jumlah anakan semakin banyak, sebelum menggunakan produk NASA anakan padi maksimal jumlahnya 30 anakan, setelah menggunakan produk NASA mencapai 55 - 75 anakan. Sangat LUAR BIASA …….!!!!.
Selain itu pula daun padi lebih hijau, segar dan lebih lebar, berbeda dengan dahulu sebelum menggunakan produk NASA dimana pada saat itu daunnya hijau kekuningan. Tanaman padi yang telah menggunakan produk NASA ini, pertumbuhan lebih cepat, tanah dilahan sawah juga lebih gembur. Sebagai gambaran, bahwa kondisi tanah di kawasan Tenggarong ini memiliki tanah yang ber PH rendah (dibawah 5), ditandai dengan tanah yang berwarna kuning kecoklatan seperti berkarat, jadi kurang subur. Perbandingan tanaman padi dari segi pertumbuhan dengan yang tidak menggunakan produk NASA (seperti lahan sebelah) jauh sekali, dimana lahan sebelah tanaman kurus, banyak malai artinya ada indikasi tanaman stress, tanah tidak subur dan jumlah anakan lebih sedikit (19 - 30 anakan). Dari segi serangan hama penyakit, setelah menggunakan PESTONA, serangan hama sundep dan penyakit tanaman jauh berkurang. Tambahan biaya menggunakan produk NASA untuk luas 1 Ha sebesar Rp. 1.258.000,-
Berkaitan hasil panen, sebelum menggunakan produk NASA produksi rata-rata 5 ton/Ha (anakan 19 - 30). Setelah menggunakan produk NASA, jika rata-rata 60 anakan saja maka produksi diperkirakan mencapai 8-10 tan/Ha. Maka dapat diprediksikan hasil panen minimal 1 Ha ; ada peningkatan hasil minimal 3 ton. Tambahan pendapatan minimal = 3 ton x Rp. 2000 (harga 1 Kg gabah) = Rp. 6.000.000,-. Maka ada tambahan keuntungan minimal = Rp. 6.000.000 Rp. 1.258.000 = Rp. 4.742.000,-. Tambahan keuntungan itu adalah tambahan keuntungan minimal (panen 8 ton), keuntungan masih akan meningkat diprediksikan panen bisa mencapai 10 ton.
Sungguh senang, setelah saya menggunakan produk NASA, karena pertumbuhan tanaman padi menjadi luar biasa bagus, hasilnya pun pasti meningkat berlipat.
Zukran (Petani Padi “Tadah Hujan”)
Desa Rapak Lambor, Kec. Tenggarong,
Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur
Desa Rapak Lambor, Kec. Tenggarong,
Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur
Kenal pertama kali produk pertanian NASA dari tetangga saya. Luas lahan tanaman kakao milik saya 0,25 Ha lebih. Umur tanaman kakao 7 tahun. Produk yang saya gunakan adalah Power Nutrition, SUPERNASA, HORMONIK, PESTONA dan AERO 810. Cara penggunaan produk yakni : 2 botol SuperNASA + 1 botol Power Nutrition dicampurkan kedalam 400 liter air. Ambil 1 liter larutan tersebut untuk setiap 1 pohon, dan semuanya bias digunakan untuk 400 pohon.
Untuk pengendalian hama yang saya gunakan adalah 30 cc PESTONA + 10 cc HORMONIK + 30 cc AERO 810 dilarutkan dalam 15 liter air (1 tangki). Dengan perlakuan tersebut hama-hama yang biasa menyerang tanaman kakao bisa ditekan dan dikendalikan.
Sebenarnya produk-produk NASA dan pupuk makro kimia (NPK) sudah saya gunakan sejak 2 tahun lalu, namun setelah menginjak 1 tahun, saya sudah tidak lagi menggunakan pupuk makro kimia (Urea, TSP, Kcl atau NPK). Namun begitu aturan pakai standar perusahaan dari perusahaan menyarankan semestinya masih harus menggunakan pupuk makro walau harus dikurangi.
Banyak manfaat setelah saya menggunakan produk pertanian NASA sebagai contoh saja interval panen kakao sebelum menggunakan produk NASA setahun hanya 5 kali panen sudah habis. Setelah menggunakan produk NASA hampir tiap minggu sepanjang tahun panen terus menerus tanpa henti. (Bahkan setiap 3 hari sekali panen 25 Kg keriang siap jual).
Selain itu kelebihan/keuntungan produk NASA diantaranya : 1) Buah kakao tidak pernah berhenti berbuah seperti tidak kenal musim, sepanjang tahun terus menerus. 2) Helopeltis (hama penyakit tanaman kakao) bisa ditekan/dikendalikan dengan menggunakan PESTONA hingga mencapai 60% (Serangan hama penyakit berbahaya sudah tidak dapat dikendalikan lagi dengan pestisida kimia, selain itu juga tanaman menjadi tidak sehat). 3) Untuk serangan penggerek batang kakao juga bisa dikendalikan dengan menggunakan PESTONA + HORMONIK + AERO 810. 4) Setelah menggunakan Poer
Nutrition dan SUPERNASA, panen kakao dapat terus menerus tidak mengenal musim. Kesimpulan akhir saya, bahwa saya merasa bangga setelah menggunakan produk-produk NASA karena tanaman kakao yang terkena hama dan penyakit sehat kembali dan hasil lebih melimpah. Terima Kasih NASA ...!!!!
Asep (Petani Kakao)
Kampung Kertasari, Desa Sinar Baru
Kec. Sukoharjo, Kab. Tanggamus, Lampung
Untuk pengendalian hama yang saya gunakan adalah 30 cc PESTONA + 10 cc HORMONIK + 30 cc AERO 810 dilarutkan dalam 15 liter air (1 tangki). Dengan perlakuan tersebut hama-hama yang biasa menyerang tanaman kakao bisa ditekan dan dikendalikan.
Sebenarnya produk-produk NASA dan pupuk makro kimia (NPK) sudah saya gunakan sejak 2 tahun lalu, namun setelah menginjak 1 tahun, saya sudah tidak lagi menggunakan pupuk makro kimia (Urea, TSP, Kcl atau NPK). Namun begitu aturan pakai standar perusahaan dari perusahaan menyarankan semestinya masih harus menggunakan pupuk makro walau harus dikurangi.
Banyak manfaat setelah saya menggunakan produk pertanian NASA sebagai contoh saja interval panen kakao sebelum menggunakan produk NASA setahun hanya 5 kali panen sudah habis. Setelah menggunakan produk NASA hampir tiap minggu sepanjang tahun panen terus menerus tanpa henti. (Bahkan setiap 3 hari sekali panen 25 Kg keriang siap jual).
Selain itu kelebihan/keuntungan produk NASA diantaranya : 1) Buah kakao tidak pernah berhenti berbuah seperti tidak kenal musim, sepanjang tahun terus menerus. 2) Helopeltis (hama penyakit tanaman kakao) bisa ditekan/dikendalikan dengan menggunakan PESTONA hingga mencapai 60% (Serangan hama penyakit berbahaya sudah tidak dapat dikendalikan lagi dengan pestisida kimia, selain itu juga tanaman menjadi tidak sehat). 3) Untuk serangan penggerek batang kakao juga bisa dikendalikan dengan menggunakan PESTONA + HORMONIK + AERO 810. 4) Setelah menggunakan Poer
Nutrition dan SUPERNASA, panen kakao dapat terus menerus tidak mengenal musim. Kesimpulan akhir saya, bahwa saya merasa bangga setelah menggunakan produk-produk NASA karena tanaman kakao yang terkena hama dan penyakit sehat kembali dan hasil lebih melimpah. Terima Kasih NASA ...!!!!
Asep (Petani Kakao)
Kampung Kertasari, Desa Sinar Baru
Kec. Sukoharjo, Kab. Tanggamus, Lampung
Luas lahan yang saya tanami cabai jenis lokal adalah 1000 m2 (0,1 Ha). Sampai saat ini umur tanaman 4,5 bulan (135 hari). Pupuk yang saya gunakan SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO, Pentana dan PESTONA. Pada saat pengolahan tanah, sebelum dibuat bedengan tanah diberi dolomit. Kemudian diberi pupuk makro (ZA, KCl, TSP) kurang lebih 25 Kg. Mengenai pemberian SUPERNASA yaitu : 3 sdm dicampur dengan air 15 liter, siramkan ke bedengan lalu di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian ditanam. GLIO digunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan.
Setelah ditanam, saya menggunakan 40 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK dalam 1 tangki air 15 liter, semprotkan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan setelah tanam, selain produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kimia, NPK 2 Kg + 40 cc POC NASA diaduk dan dicampur air sebanyak 1 ember (+ 10 liter) ambil 1 gelas larutan untuk tiap tanaman.
Guna mengatasi serangan penyakit layu tanaman saya menggunakan GLIO, caranya ; 1 sdm GLIO dicampur 15 liter air, kemudian dikocorkan ke tanaman. Untuk mengatasi serangan hama kutu saya menggunakan Pentana dan PESTONA. Pentana saya gunakan dengan 3 tutup + air 1 tangki (15 liter) disemprotkan setiap 5 hari sekali. Sedangkan PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc + air 15 liter (1 tangki) disemprotkan seminggu sekali.
Sampai dengan saat ini saya telah menggunakan produk NASA antara lain : POC NASA 2 botol, HORMONIK 2 botol, SUPERNASA 2 botol, GLIO 1 pack, Pentana 1 botol dan PESTONA 1 botol. Keuntungan
setelah menggunakan produk NASA diantaranya : 1) Pengolahan tanah mudah, 2) Tanah menjadi subur, 3) Pertumbuhan tanaman lebih cepat, 4) Buah dapat dipanen hingga ujung tanaman.
Keuntungan lainnya adalah dari tinggi tanaman. Tinggi tanaman cabai sebelum menggunakan produk NASA hanya 100 cm (1 meter), tetapi setelah saya menggunakan produk NASA tingginya rata-rata 175 cm bahkan ada yang tingginya mencapai 196 cm (hampir 2 meter). Setelah menggunakan produk NASA warna hijau daun lebih tahan lama dan bukan itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit (Biaya dapat ditekan).
Untuk lahan seluas 0,1 Ha ini saya sudah panen sebanyak 5 kali dan akan masih terus panen. Perincian hasil 5 kali panen yaitu : Panen 1 = 1 Kg, Panen 2 = 3 Kg, Panen 3 = 15 Kg, Panen 4 = 30 Kg dan Panen 5 = 50 Kg. Hasil produksi yang menggunakan produk NASA lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan produk NASA. Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga mencapai 50%. Pesan saya kepada petani di Indonesia agar menggunakan produk-produk NASA, karena sudah terbukti hasilnya bagus dan menguntungkan.
Mulhenry Maruhun
Jorong Pasir Lawe, Kanagarian Pasir Lawe,
Kec. Palopo, Kab. Agam, Sumatera Barat
Setelah ditanam, saya menggunakan 40 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK dalam 1 tangki air 15 liter, semprotkan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan setelah tanam, selain produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kimia, NPK 2 Kg + 40 cc POC NASA diaduk dan dicampur air sebanyak 1 ember (+ 10 liter) ambil 1 gelas larutan untuk tiap tanaman.
Guna mengatasi serangan penyakit layu tanaman saya menggunakan GLIO, caranya ; 1 sdm GLIO dicampur 15 liter air, kemudian dikocorkan ke tanaman. Untuk mengatasi serangan hama kutu saya menggunakan Pentana dan PESTONA. Pentana saya gunakan dengan 3 tutup + air 1 tangki (15 liter) disemprotkan setiap 5 hari sekali. Sedangkan PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc + air 15 liter (1 tangki) disemprotkan seminggu sekali.
Sampai dengan saat ini saya telah menggunakan produk NASA antara lain : POC NASA 2 botol, HORMONIK 2 botol, SUPERNASA 2 botol, GLIO 1 pack, Pentana 1 botol dan PESTONA 1 botol. Keuntungan
setelah menggunakan produk NASA diantaranya : 1) Pengolahan tanah mudah, 2) Tanah menjadi subur, 3) Pertumbuhan tanaman lebih cepat, 4) Buah dapat dipanen hingga ujung tanaman.
Keuntungan lainnya adalah dari tinggi tanaman. Tinggi tanaman cabai sebelum menggunakan produk NASA hanya 100 cm (1 meter), tetapi setelah saya menggunakan produk NASA tingginya rata-rata 175 cm bahkan ada yang tingginya mencapai 196 cm (hampir 2 meter). Setelah menggunakan produk NASA warna hijau daun lebih tahan lama dan bukan itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit (Biaya dapat ditekan).
Untuk lahan seluas 0,1 Ha ini saya sudah panen sebanyak 5 kali dan akan masih terus panen. Perincian hasil 5 kali panen yaitu : Panen 1 = 1 Kg, Panen 2 = 3 Kg, Panen 3 = 15 Kg, Panen 4 = 30 Kg dan Panen 5 = 50 Kg. Hasil produksi yang menggunakan produk NASA lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan produk NASA. Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga mencapai 50%. Pesan saya kepada petani di Indonesia agar menggunakan produk-produk NASA, karena sudah terbukti hasilnya bagus dan menguntungkan.
Mulhenry Maruhun
Jorong Pasir Lawe, Kanagarian Pasir Lawe,
Kec. Palopo, Kab. Agam, Sumatera Barat
Guna memupuk tanaman jeruk, saya telah menggunakan beberapa produk pertanian PT. NASA diantaranya adalah SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK dan GLIO,” Kata Bapak Tukiman mengawali wawancaranya dengan Team Liputan NASA.
Ia mengatakan bahwa saat ini tanaman jeruknya baru menginjak umur 13 bulan. Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa dosis pemberian pupuk makro pada tanaman yang ia lakukan setiap pohonnya adalah : Urea sebanyak 300 gr, SP-36 sebanyak 150 gr, dan POP SUPERNASA sebanyak 10 gr atau dosis Urea 15 kg, TSP 7,5 kg, dan POP SUPERNASA 1 botol yang saya larutkan ke dalam 100 liter air, kemudian air larutan tersebut saya disiramkan ke setiap pohon jeruk dengan takaran 2 liter. “Perhitungan dosis tersebut diatas saya lakukan untuk setiap 50 pohon jeruk,” Tandasnya.
Pemupukan pada tanaman jeruk menginjak umur 13 bulan ini, dirinya sudah menghabiskan 6 botol POP SUPERNASA. “Saya sudah melakukan 2 kali penyiramam dengan POP SUPERNASA. Untuk perlakuan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK saya lakukan 1 kali dalam sebulan, untuk takarannya saya sesuaikan dosis anjuran”, Ujarnya menambahkan.
Selain itu dirinya selalu mengamati setelah tanaman jeruknya menggunakan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK, pertumbuhan tunasnya amat bagus dan cepat, daun jeruk tambah lebar, warna daun mengkilat, pertumbuhan tanaman juga lebih cepat dari yang seumurnya. Hal ini amat berbeda dengan tanaman jeruk yang tidak menggunakan produk pertanian PT. NASA, pertumbuhan tanamannya lambat (kerdil).
“Pada usia 13 bulan ini, tanaman jeruk yang menggunakan produk pertanian PT. NASA tanaman tumbuh dengan bagus, sudah berbuah cukup besar dan banyak pula, kondisi semacam ini biasanya dicapai tanaman jeruk pada usia 2 tahun, namun sekali lagi dengan produk pertanian PT. NASA hanya 13 bulan saja,” Tandasnya dengan mantap.
Dirinya juga mengakui bahwa produk pertanian PT. NASA yang merupakan hasil karya anak bangsa ini sangat bagus. “Kalau produk dari dalam negeri saja sudah bagus, kita tidak usah repot-repot import produk pupuk dari luar negeri,” Ungkapnya mengakhiri wawancaranya dengan Team Liputan NASA.
Tukiman
Jember - Jawa Timur
Ia mengatakan bahwa saat ini tanaman jeruknya baru menginjak umur 13 bulan. Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa dosis pemberian pupuk makro pada tanaman yang ia lakukan setiap pohonnya adalah : Urea sebanyak 300 gr, SP-36 sebanyak 150 gr, dan POP SUPERNASA sebanyak 10 gr atau dosis Urea 15 kg, TSP 7,5 kg, dan POP SUPERNASA 1 botol yang saya larutkan ke dalam 100 liter air, kemudian air larutan tersebut saya disiramkan ke setiap pohon jeruk dengan takaran 2 liter. “Perhitungan dosis tersebut diatas saya lakukan untuk setiap 50 pohon jeruk,” Tandasnya.
Pemupukan pada tanaman jeruk menginjak umur 13 bulan ini, dirinya sudah menghabiskan 6 botol POP SUPERNASA. “Saya sudah melakukan 2 kali penyiramam dengan POP SUPERNASA. Untuk perlakuan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK saya lakukan 1 kali dalam sebulan, untuk takarannya saya sesuaikan dosis anjuran”, Ujarnya menambahkan.
Selain itu dirinya selalu mengamati setelah tanaman jeruknya menggunakan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK, pertumbuhan tunasnya amat bagus dan cepat, daun jeruk tambah lebar, warna daun mengkilat, pertumbuhan tanaman juga lebih cepat dari yang seumurnya. Hal ini amat berbeda dengan tanaman jeruk yang tidak menggunakan produk pertanian PT. NASA, pertumbuhan tanamannya lambat (kerdil).
“Pada usia 13 bulan ini, tanaman jeruk yang menggunakan produk pertanian PT. NASA tanaman tumbuh dengan bagus, sudah berbuah cukup besar dan banyak pula, kondisi semacam ini biasanya dicapai tanaman jeruk pada usia 2 tahun, namun sekali lagi dengan produk pertanian PT. NASA hanya 13 bulan saja,” Tandasnya dengan mantap.
Dirinya juga mengakui bahwa produk pertanian PT. NASA yang merupakan hasil karya anak bangsa ini sangat bagus. “Kalau produk dari dalam negeri saja sudah bagus, kita tidak usah repot-repot import produk pupuk dari luar negeri,” Ungkapnya mengakhiri wawancaranya dengan Team Liputan NASA.
Tukiman
Jember - Jawa Timur
Sabtu, 23 Oktober 2010
PRODUK NASA

Formula alami (organik) khusus untuk memperbaiki kerusakan tanah secara fisik (menggemburkan), secara khemis (menyediakan semua unsur hara essensialbagi tanaman) dan cesara biologis (membantu perkembangan mikroorganisme tanah bermanfaat bagi tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia (urea, SP-36, dan KCl).
Formula khusus tanaman yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi :
A. Fungsi utama :
1. Memperbaiki lahan-lahan yang rusak :
- Meningkatkan kesuburan fisik : memperbaiki tanah yang keras berangsur angsur menjadi gembur.
- Meningkatkan kesuburan khemis : memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap bagi tanaman.
- Meningkatkan kesuburan biologis : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
2. Mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia ( Urea, SP-36 dan KCl ) sebesar + 25% - 50%.
B. Fungsi lain :
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
2. Melarutkan sisa - sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan tanaman kembali.
3. Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.
Formula khusus tanaman yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi :
A. Fungsi utama :
1. Memperbaiki lahan-lahan yang rusak :
- Meningkatkan kesuburan fisik : memperbaiki tanah yang keras berangsur angsur menjadi gembur.
- Meningkatkan kesuburan khemis : memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap bagi tanaman.
- Meningkatkan kesuburan biologis : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
2. Mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia ( Urea, SP-36 dan KCl ) sebesar + 25% - 50%.
B. Fungsi lain :
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
2. Melarutkan sisa - sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan tanaman kembali.
3. Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.
| |||||||||||
KILAS BALIK PRODUK
Berawal dari aktivitas budidaya di Tahun 1985 oleh Ir. Soemarno khususnya di sub sektor hortikultura dimana juga dengan mencermati kondisi lingkungan berorientasi di bidang Penelitian dan pengembangan (R&D) khususnya perbaikan lingkungan hidup/ekosistem sub. Sektor Pertanian. Hasil-hasil yang didapat dari kegiatan Penelitian dan pengembangan pada awalnya berujud produk pupuk organik cair dan Hormon/Zat Pengatur Tumbuh Organik juga beberapa teknik budidaya banyak dimanfaatkan untuk keperluan internal selain juga kepada lingkungan dan belum disebarluaskan.
Semenjak tahun 1996 mulai disebarluaskan lebih intensif atas permintaan beberapa pihak dengan mengingat hasil-hasil positif di lapangan selama digunakan dan keprihatinan mendalam mencermati kondisi Agrokompleks di Indonesia.
1 Oktober 2002 ditetapkan untuk disebarluaskan dengan sistem jaringan/networking dengan merk pupuk organik cair NASA (Nusantara Subur Alami) dan HORMONIK (Hormon Organik) dengan Nama Perusahaan PT. NATURAL NUSANTARA (PT. NASA), dengan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) : 14/PDN-2/SIUPL/B/7/2006. Pengembangan Penelitian (R&D) dikembangkan lebih luas ke sub.sektor peternakan dan perikanan yang menghasilkan produk-produk untuk peningkatan serta perbaikan peternakan dan perikanan diantaranya VITERNA (Vitamin Ternak Natural), TON (Tambak Organik Nusantara) selain juga pengembangan pupuk lebih lanjut untuk Pertanian seperti SUPERNASA sebagai pupuk Dasar tanaman sekaligus untuk perbaikan tanah dan POWER NUTRITION yaitu Pupuk khusus tanaman buah dan tahunan.
Pengembangan lebih lanjut (bekerjasama dengan pihak lain yang sevisi) juga menghasilkan produk-produk alami untuk pengendalian hama-penyakit tanaman diantaranya yang berbasis jamur adalah GLIO (pengendali penyakit layu), BVR (pengendali wereng, walang sangit dll). Berbasis Virus adalah VITURA dan VIREXI (pengendali ulat grayak) dan berbasis ekstrak tumbuhan berkhasiat untuk pengendali hama adalah PESTONA dan PENTANA (Pengendali alami insect) dan METILAT (Pengendali alami lalat buah).
Semenjak tahun 1996 mulai disebarluaskan lebih intensif atas permintaan beberapa pihak dengan mengingat hasil-hasil positif di lapangan selama digunakan dan keprihatinan mendalam mencermati kondisi Agrokompleks di Indonesia.
1 Oktober 2002 ditetapkan untuk disebarluaskan dengan sistem jaringan/networking dengan merk pupuk organik cair NASA (Nusantara Subur Alami) dan HORMONIK (Hormon Organik) dengan Nama Perusahaan PT. NATURAL NUSANTARA (PT. NASA), dengan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) : 14/PDN-2/SIUPL/B/7/2006. Pengembangan Penelitian (R&D) dikembangkan lebih luas ke sub.sektor peternakan dan perikanan yang menghasilkan produk-produk untuk peningkatan serta perbaikan peternakan dan perikanan diantaranya VITERNA (Vitamin Ternak Natural), TON (Tambak Organik Nusantara) selain juga pengembangan pupuk lebih lanjut untuk Pertanian seperti SUPERNASA sebagai pupuk Dasar tanaman sekaligus untuk perbaikan tanah dan POWER NUTRITION yaitu Pupuk khusus tanaman buah dan tahunan.
Pengembangan lebih lanjut (bekerjasama dengan pihak lain yang sevisi) juga menghasilkan produk-produk alami untuk pengendalian hama-penyakit tanaman diantaranya yang berbasis jamur adalah GLIO (pengendali penyakit layu), BVR (pengendali wereng, walang sangit dll). Berbasis Virus adalah VITURA dan VIREXI (pengendali ulat grayak) dan berbasis ekstrak tumbuhan berkhasiat untuk pengendali hama adalah PESTONA dan PENTANA (Pengendali alami insect) dan METILAT (Pengendali alami lalat buah).
TENTANG NASA
JIKA TIDAK KITA ……………… SIAPA LAGI ?!!?
Abad 14 para pejuang Majapahit mewujudkan mimpi.. Indonesia II
Abad 21 ??....?? Tantangan semua pihak untuk mewujudkan…
Sebuah visi-misi besar seperti halnya mewujudkan Indonesia Makmur Raya Berkeadilan tentu memerlukan sebuah dasar kuat sebagai pijakan untuk melangkah menggapainya di tengah Kondisi dunia abad 21 yang sudah mulai bahkan banyak berubah dengan munculnya globalisasi dunia yang mau tidak mau, suka tidak suka harus menjadi faktor yang layak untuk dicermati untuk bisa jadi “ancaman (sekaligus peluang)” untuk semua Negara.
Dalam era globalisasi ini jika bangsa dapat dianalogikan sebagai sebuah restoran yang harus bersaing dengan restoran lain, maka restoran tersebut harus mempunyai menu andalan untuk bisa bersaing dengan restoran lain walaupun menu lain yang bukan menu andalan tetap disajikan melengkapi menu yang dijadikan andalan. Demikian juga bangsa dalam era globalisasi tentunya harus mempunyai bidang yang bisa jadi andalan untuk bisa bersaing dengan bangsa lain dengan tetap membangun bidang lainnya. Indonesia harus bersyukur punya banyak potensi besar diantaranya adalah bidang High-Tech, Pertambangan, Pariwisata dan Agrokompleks (pertanian, peternakan, perikanan). Hanya kita harus pilih mana yang menjadi prioritas tanpa melupakan yang lain.
Di bidang High-Tech kita ambil misalnya komputer. Kami kira dan sepanjang pengamatan kami Indonesia baru bisa merakit komputer belum bisa membuat karena otak/intinya komputer adalah chip. Jangankan Pentium IV, Pentium I pun Indonesia belum mampu memproduksi dan kami rasa Di Amerika sana mungkin sudah sampai pentium 5, 8, 10 atau bahkan lebih dari itu (??) hanya belum dilempar ke publik. Dunia penerbangan, walaupun Indonesia bisa memproduksi pesawat tetapi di luar sana orang sudah sampai ke bulan dengan pesawat ulang-aliknya. Dunia otomotif ? kami masih “memimpikan” Indonesia punya perusahaan dan teknologi otomotif untuk bisa ikut ajang Formula 1 (F-1) sebagai salah satu indikator kemajuan dunia otomotif suatu bangsa.
Pertambangan mempunyai potensi demikian luar biasa, hanya sayangnya masih banyak ketergantungan kepada asing dengan banyaknya perusahaan pertambangan dari luar yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa Indonesia masih terkendala di bidang teknologi, management, permodalan dll di bidang pertambangan. Menggantungkan pada pertambangan secara jangka panjang akan beresiko juga karena merupakan sumberdaya alam yang tidak terbaharui sehingga akan habis suatu ketika.
Pariwisata, merupakan bidang yang luar biasa untuk dikembangkan, hanya tragedi Bom Bali, Wabah Penyakit SARS dll menunjukkan betapa rentan dunia pariwisata berkait dengan isu keamanan dan sosial. Secara jangka panjang sektor pariwisata juga harus memperhatikan aspek kesiapan mental dan moral bangsa jika tidak ingin terimbas dampak negatif yang mungkin dibawa oleh pihak asing yang datang ke Indonesia.
Dengan demikian maka bidang High-Tech, pertambangan, pariwisata masih akan sulit untuk dalam jangka dekat mampu bersaing dengan bangsa lain disamping juga mempunyai beberapa faktor resiko.
Maka salah satu alternatif pilihan bidang yang bisa menjadi andalan (prioritas) bagi Indonesia adalah di bidang AGROKOMPLEKS (tentunya bidang-bidang lain tetap diperhatikan).
Indonesia mempunyai luas lahan pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan, areal tangkapan perikanan laut yang sungguh sangat luas, iklim yang cukup mendukung sepanjang tahun (tidak punya musim gugur/salju), mempunyai keanekaragaman flora dan fauna (sumber plasma nutfah) sangat beragam yang dapat dikembangkan dari hulu (produksi) hingga hilir (pasca produksi), mempunyai sumber-sumber bahan baku berkait dengan sarana produksi Agrokompleks yang besar (pupuk, benih, pestisida alami pakan ternak dan ikan dll), ilmu atau teknologi yang sudah cukup tersedia , tenaga kerja yang cukup melimpah karena mayoritas penduduk Indonesia masih bersinggungan dengan dunia Agrokompleks mulai dari level pekerja hingga level pemikir/ilmuwan, yang semua itu merupakan keunggulan Alamiah Indonesia yang telah diberikan TUHAN untuk Indonesia yang wajib disyukuri dan dikembangkan.
Bidang garap Agrokompleks pun sangat luas dan besar dari sisi produksi budidaya (tanaman, perikanan darat, ternak), kehutanan dan tangkapan (laut) hingga industri pengolahan hasil pertanian. Mulai Industri sarana penunjang produksi (pupuk, benih, pestisida dll) hingga Industri penunjang Agrokompleks (alat dan mesin pertanian, kapal-kapal penangkap ikan dll). Bidang Jasa meliputi Jasa pendidikan, konsultan, training, finance hingga jasa media informasi serta bidang Trading di semua sektor yang terkait. Mengingat jumlah populasi umat manusia ke depan yang bertambah besar tentu merupakan aspek pasar yang luar biasa. Yang jelas secara filosofi bidang Agrokompleks adalah bidang yang mendasar (THE BASIC) bagi kehidupan umat manusia sehingga sampai kapanpun tidak akan pernah habis potensinya dan akan selalu dibutuhkan oleh umat manusia dalam kondisi apapun (baik aman atau perang, baik makmur atau krisis). Satu hal lagi di Indonesia 70% Masyarakatnya masih bergerak baik langsung maupun tidak langsung dengan bidang AGROKOMPLEKS sehingga jika yang mayoritas ini (70%) maju akan mempunyai efek multiplayer yang besar bagi kemajuan bangsa. Dengan demikian maka AGROKOMPLEKS adalah bidang yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka membawa Indonesia Makmur Raya Berkeadilan sekaligus menjadi bidang yang dapat menjadi “modal” dan “benteng” bangsa dalam era globalisasi.
Dengan sedemikian besar potensi di bidang Agrokompleks, sayangnya berkebalikan dengan kenyataan di lapangan saat ini diantaranya sektor produksi dan sektor sumber daya manusianya.
Di sektor produksi masih belum memenuhi aspek K-3 (Kuantitas - Kualitas - Kelestarian) sebagai acuan pokok apapun jenis kegiatan produksi di Agrokompleks. Produksi (bobot panen) kita masih rendah, kualitas (rasa, warna, aroma, keawetan hasil panen, keamanan dari zat-zat berbahaya bagi kesehatan dll) belum tercapai dan kelestarian lingkungan masih terabaikan. Dari Sisi Sumber Daya Manusianya (petani) masih lemah di sisi Pola pikir, Mental dan Motivasi, Keilmuan dan Modal selain juga masih rendahnya kerjasama antara pihak-pihak terkait seperti pelaku agrokompleks (petani, pengusaha), pemerintah dan lembaga-lembaga terkait lainnya (institusi penelitian, intitusi pembiayaan, LSM dll).
Jika semua hal tersebut dalam era globalisasi ini tidak segera mendapatkan perhatian maka Indonesia akan kehilangan salah satu bidang yang sangat potensial untuk dijadikan “senjata” dalam “perang” jenis baru yaitu Globalisasi ekonomi dunia. Para petani (tanaman, ternak, ikan) dan semua pihak yang berkait dengan dunia Agrokompleks akan menjadi “korban” keganasan Arus Globalisasi dunia padahal mereka merupakan bagian mayoritas masyarakat Indonesia sehingga sedikit banyak akan bepengaruh pula pada kestabilan Indonesia sebagai sebuah Negara .
Dengan kondisi demikian hal mendasar yang diperlukan adalah suatu konsep dan system yang dapat Meningkatkan/memperbaiki Agrokompleks agar aspek K-3 tercapai serta sekaligus “meng-up grade” atau meningkatkan kualitas SDM. PT. NATURAL NUSANTARA sebagai komponen Anak Bangsa berusaha memberikan peranannya agar hal tersebut di atas dapat tercapai. Melalui hasil teknologi produk-produk Alamiah / organik dan teknik budidaya yang dihadirkan PT.NATURAL NUSANTARA baik di bidang Agrokompleks maupun kesehatan maka Aspek K-3 dapat tercapai. Dengan training-training, pertemuan formal dan informal, kajian-kajian/ diskusi, alat-alat (brosur, leaflet, buku, VCD), kunjungan dan pembinaan di lapangan oleh perusahaan dan para distributor, konsultasi langsung atau tidak langsung lewat berbagai sarana semuanya akan meningkatkan Pola pikir, mental dan motivasi serta keilmuan siapapun yang tergabung dengan PT.NATURAL NUSANTARA (termasuk para petani). Lewat kesempatan ikut serta dalam aspek bisnis/usahanya (berkat system jaringan/networking yang diterapkan) bagi siapapun (termasuk petani) dapat menambah modal dan meningkatkan penghasilan (bahkan penghasilan utama). Khusus bagi petani walaupun tidak aktif di sisi peluang usahanya masih tetap dapat meningkatkan modal karena Produk AGROKOMPLEKS PT. NATURAL NUSANTARA adalah produk produktif yaitu dengan penggunaan produk akan tercapai aspek K-3 sehingga akan menaikkan keuntungan hasil panen yang berarti juga akan meningkatkan penghasilan dan modal.
Semua hal di atas dapat dicapai secara efektif dan efisien karena Sistem yang dijalankan adalah system jaringan/networking selain juga lebih cepat karena cepat di sini sangat dibutuhkan mengingat globalisasi sudah berjalan dan kita tidak bisa lagi menunda-nunda waktu.
Tentunya sangat belum cukup peran PT.NATURAL NUSANTARA bagi kemajuan AGROKOMPLEKS secara langsung dan kemajuan bangsa secara tidak langsung. Secara global dibutuhkan serangkaian perencanaan matang ke depan secara komprehensif dan diaplikasikan secara konkret di lapangan dalam upaya mengembangkan Agrokompleks di Indonesia untuk mencapai INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN.
- Penyamaan visi semua element bangsa mengenai pengembangan Agrokompleks.
- Perubahan dari pembangunan multi sektor focusing menjadi pembangunan berprinsip Agrokompleks focusing (bidang lain tetap dibangun tetapi focus tetap pada Agrokompleks)
- Perubahan dari pola pikir lokal ke pola pikir global.
- Perubahan pendekatan ke Sumber daya manusia semua element (terutama pola pikir, mental dan motivasi).
- Perubahan penggunaan teknologi ke arah teknologi tepat guna/ efektif, efisien, dan dapat diterapkan secara massal dengan cepat.
- Perubahan dari hanya sekedar kuantitas targeting ke kualitas dan kelestarian targeting.
- Perubahan dari adopsi teknologi ke Inovasi teknologi (peningkatan riset).
- Perubahan dari komoditi primer ke arah komoditi bernilai tambah.
- Perubahan system informasi antar semua element terkait.
- Perubahan system kelembagaan di tingkat petani yang dapat secara riil, efektif dan cepat membantu persoalan internal petani menyangkut pola pikir, mental, teknologi dan permodalan.
- Perubahan penataan tata niaga atau market pasar yang lebih stabil dan berkeadilan.
- Perubahan fasilitas pelayanan jasa keuangan bagi agrokompleks.
- Perubahan semua perundangan, kebijakan, regulasi atau deregulasi yang kurang mendukung atau kurang kondusif untuk menumbuh kembangkan Agrokompleks.
- Perubahan kepemilikan luas lahan oleh petani
- Perubahan arah pengembangan pembangunan dari sentralisasi ke otonomi daerah terkendali, dari perkotaan ke pedesaan, dari pusat ke pinggiran.
Yang jelas dibutuhkan Satu kekuatan mimpi, Satu VISI besar, satu tekad kuat, satu komitmen permanen untuk mengangkat dan memajukan dunia Agrokompleks di Indonesia agar dapat menjadi bidang andalan dalam upaya memakmurkan Indonesia sekaligus menghadapi persaingan Globalisasi.
SELAMAT BERJUANG, UNTUK …. DUNIA AGROKOMPLEKS KITA
SELAMAT BERJUANG, UNTUK.. INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN
SELAMAT BERJUANG UNTUK….. MASA DEPAN KITA YANG LEBIH BAIK
Mari semua itu bersama-sama kita mulai sekarang juga karena :
JIKA TIDAK SEKARANG ………. KAPAN LAGI ?!!?
JIKA TIDAK KITA ………………SIAPA LAGI ?!!?
Sabtu, 09 Oktober 2010
PESTISIDA ALAMI
![]() ![]() Natural GLIO merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah. Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.
| |||||||||||||||||
Natural PENTANA ![]() Natural PENTANA merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Dibuat dari saripati beberapa tumbuhan khusus dengan proses alami. Keunggulan dari PENTANA, merupakan pengendali hama organik, mengendalikan hama sasaran secara cepat, mudah diaplikasikan di lapangan, tidak membunuh musuh alami, tidak mencemari lingkungan, mudah terurai (biodegradable) | ||
Jumat, 01 Oktober 2010
mari menanam dengan teknologi
VITERNA PLUS merupakan Vitamin Ternak Natural yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara dengan berbagai kelebihan yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas peternakan di Indonesia. VITERNA Plus merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami (hewan dan tumbuhan), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak.
Fungsi dan Manfaat Viterna adalah :
Fungsi dan Manfaat Viterna adalah :
- Meningkatkan kuantitas (peningkatan Average Daily Gain /ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam) - kualitas daging (mengurangi kandungan kolesterol) - kesehatan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) semuanya merupakan Aspek K-3.
- Memacu enzim - enzim pencernaan ternak.
- Memberikan mineral - mineral esensial maupun non esensial.
- Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk pertumbuhan ternak (protein, lemak, vitamin, dsb).
- Menambah kandungan asam - asam lemak didalam rumen / lambung ternak.
- Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN).
- Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.
- Meningkatkan nafsu makan.
- Mengurangi kandungan kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran ayam
- Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan.
- Ternak Besar : Sapi, Kerbau, Kuda, dll. 5-10 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
- Ternak Kecil : Kambing, Kelinci, Babi dll. 4-8 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
- Ternak Unggas : Ayam, Itik, dll. 1-2 cc/lt air minum setiap hari satu kali
TON (Tambak Organik Nusantara)merupakan formula khusus Tambak Organik yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara. Formula alami (organik) khusus tambak perikanan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi serta menjaga/memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan udang/bandeng, mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang/bandeng, serta mengikat logam - logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek berbahaya beracun bagi udang/bandeng. TON (Tambak Organik Nusantara) juga membantu merutinkan molting udang.
Fungsi TON :
- Mengikat logam-logam berat yang berbahaya bagi ikan/udang.
- Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya dan beracun, seperti : H2S, amoniak, asam laktat, dsb.
- Memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang dan bandeng.
- Membantu dan merutinkan molting udang.
- Membantu sistem pencernaan udang.
- Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh udang.
- Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan tambak dan bermanfaat bagi pertumbuhan udang/bandeng.
- Membantu menciptakan dan mempertahankan ekosistem tambak yang seimbang.
Kandungan Unsur TON :
N 2.67%, P2O5 1.36%, K 1.55%, Ca 1.46 %, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Mn 0.01%, Fe 0.18%, Cu <1.19>
N 2.67%, P2O5 1.36%, K 1.55%, Ca 1.46 %, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Mn 0.01%, Fe 0.18%, Cu <1.19>
Catatan :
1. Untuk pencampuran pakan menggunakan pupuk organik cair NASA dengan dosis 5 cc/Kg pakan.
2. Pada tahap persiapan lahan tidak diperlukan lagi Urea.
1. Untuk pencampuran pakan menggunakan pupuk organik cair NASA dengan dosis 5 cc/Kg pakan.
2. Pada tahap persiapan lahan tidak diperlukan lagi Urea.
POC NASA merupakan Formula khusus terutama untuk tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah ( aspek K- 3 : Kuantitas – Kualitas- Kelestarian ).
- Menjadikan tanah yang keras berangsur – angsur menjadi gembur.
- Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).
- Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.
- Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP – 36 dan KCl + 12,5% – 25%
- Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
- Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
- Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).
- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit
- Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
- Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
- Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).
Kandungan :
N 0.12%, P2O5 0.03%, K 0.31%, Ca 60.40 ppm, S 0.12%, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29%, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu <0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15%, B 60.84 ppm, Si 0.01%, Co <0.05 ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98%, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr <0.06 ppm, Mo <0.2 ppm, V <0.04 ppm, SO4 0.35%, C/N ratio 0.86%, ph 7.5, Lemak 0.44%, Protein 0.72%
Kandungan Lain :
Asam-asam organik (Humat 0,01%, Vulvat, dll)
Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin.
HORMONIK berguna untuk memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.
HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.
HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.
CARA PAKAI :
HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.
HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.
CARA PAKAI :
- Dosis : 1 - 2 cc HORMONIK per 1 liter air.
- Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA( dosis 1 ttp HORMONIK + + 3 ttp POC NASA ) per tangki.
- Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.
- Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik.
- Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).
- Unggas : 1 botol (500 cc) POC NASA / VITERNA Plus + 1 - 2 tutup HORMONIK, kemudian 1-2 cc campuran POC NASA/VITERNA Plus + HORMONIK dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.
Kegunaan :
1. Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
2. Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan.
3. Mengurangi kerontokan bunga dan buah.
4. Membantu pertumbuhan tunas .
5. Membantu pertumbuhan akar
6. Memacu pembesaran umbi.
7. Meningkatkan keawetan hasil panen.
8. Memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.
1. Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
2. Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan.
3. Mengurangi kerontokan bunga dan buah.
4. Membantu pertumbuhan tunas .
5. Membantu pertumbuhan akar
6. Memacu pembesaran umbi.
7. Meningkatkan keawetan hasil panen.
8. Memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.
Greenstar merupakan pupuk organik berbentuk serbuk yang merupakan terobosan baru dari PT. Natural Nusantara. Hasil pengembangan dan penelitian yang mengacu pada keseimbangan alam.
Greenstar merupakan perpaduan pas antara POC NASA dan HORMONIK yang di kemas dalam bentuk serbuk.
GREENSTAR murni terbuat dari bahan alami dengan fungsi multiguna.
GREENSTAR mengandung lengkap unsur Hara Makro & Mikro, Serta DiPerkaya Dengan Hormon/ Zat Pengatur Tumbuh (Giberelin, Sitokinin & Auksin.
Dengan menggunakan GREENSTAR, Pupuk Makro (NPK) bisa dikurangi 25%.
Dapat diaplikasikan pada tanaman semusim, tahunan, tanaman hias & juga pembibitan.
GREENSTAR juga meningkatkan produktivitas secara kuantitas & kualitas. Dengan tetap manjaga kelestarian lingkungan/tanah (Aspek K-3)
GREENSTAR dikemas unik, aplikasi lebih praktis & super ekonomis & didalamnya berisi 3 sachet.
GREENSTAR mengandung lengkap unsur Hara Makro & Mikro, Serta DiPerkaya Dengan Hormon/ Zat Pengatur Tumbuh (Giberelin, Sitokinin & Auksin.
Dengan menggunakan GREENSTAR, Pupuk Makro (NPK) bisa dikurangi 25%.
Dapat diaplikasikan pada tanaman semusim, tahunan, tanaman hias & juga pembibitan.
GREENSTAR juga meningkatkan produktivitas secara kuantitas & kualitas. Dengan tetap manjaga kelestarian lingkungan/tanah (Aspek K-3)
GREENSTAR dikemas unik, aplikasi lebih praktis & super ekonomis & didalamnya berisi 3 sachet.
Kenapa berbentuk serbuk...?
ini merupakan pertanyaan yang biasanya kita terima.
Greenstar dibuat karena banyaknya permintaan dari para konsumen dari luar daerah yang memesan POC NASA dan HORMONIK. Kita sering mengalami kendala dalam pegirimannya karena banyak jasa kiriman paket yang tidak menerima pengiriman barang yang berbentuk cairan. Maka dibuatlah Serbuk Greenstar yang menjadi andalam kami sekarang.
Selain mudah dalam pengirimannya(tapi tidak mengurangi kualitasnya), juga bisa digunakan sebagai oleh-oleh yang bagus buat teman/saudara kita yang jauh.
POWER NUTRITION dibuat dari bahan alami pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan oleh jaringan tanaman.
POWER NUTRITION dibuat khusus untuk tanaman buah-buahan tahunan (mangga, jeruk, panili, lada, coklat, kelapa sawit, dll.). Walaupun juga dapat dipergunakan untuk tanaman buah - buahan semusim (cabai, tomat, melon, dll.)
POWER NUTRITION meningkatkan produktivitas buah, dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (faktor air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
POWER NUTRITION membantu mengurangi kerontokan bunga/buah dan membantu meningkatkan kualitas buah (rasa, aroma, dan warna) serta meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen.
POWER NUTRITION mengurangi kebutuhan pupuk makro (N, P dan K) hingga + 75% - 90%, sekaligus memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap, meningkatkan kesuburan tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
CARA PENGGUNAAN
POWER NUTRITION dibuat khusus untuk tanaman buah-buahan tahunan (mangga, jeruk, panili, lada, coklat, kelapa sawit, dll.). Walaupun juga dapat dipergunakan untuk tanaman buah - buahan semusim (cabai, tomat, melon, dll.)
POWER NUTRITION meningkatkan produktivitas buah, dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (faktor air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
POWER NUTRITION membantu mengurangi kerontokan bunga/buah dan membantu meningkatkan kualitas buah (rasa, aroma, dan warna) serta meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen.
POWER NUTRITION mengurangi kebutuhan pupuk makro (N, P dan K) hingga + 75% - 90%, sekaligus memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap, meningkatkan kesuburan tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
CARA PENGGUNAAN
- Larutkan pupuk dalam air secukupnya.
- Siramkan ke sekeliling batang tanaman.
- Pemupukan dilakukan 2 - 4 bulan sekali.
- Pada musim kemarau pohon disiram air 2 - 4 kali (interval 1 minggu sekali) semenjak satu minggu setelah aplikasi Power Nutrition.
- Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75% - 90%
KANDUNGAN UNSUR
N 2,04%; P2O5 1,28%; K2O 0,39%; Ca 0,55%; S 0,81%; Cl 8,30%; Mg 0,40%; Mn 0,06 ppm; Fe 0,72%;Cu 0,02 ppm; Zn 0,01 ppm; Na 1,01%; B 8,59%; Si 9,94%; Al 0,40 ppm; NaCl 0,61%; SO4 2,44%; C/N ratio 5,23%; pH 8,81; Lemak 0,28%; Protein 12,75%;Karbohidrat 1,52%; Asam Humat 3,45%.
Posted in Power NutritiN 2,04%; P2O5 1,28%; K2O 0,39%; Ca 0,55%; S 0,81%; Cl 8,30%; Mg 0,40%; Mn 0,06 ppm; Fe 0,72%;Cu 0,02 ppm; Zn 0,01 ppm; Na 1,01%; B 8,59%; Si 9,94%; Al 0,40 ppm; NaCl 0,61%; SO4 2,44%; C/N ratio 5,23%; pH 8,81; Lemak 0,28%; Protein 12,75%;Karbohidrat 1,52%; Asam Humat 3,45%.














